Skip to content

YAYASAN BATIN CAHAYA BANGSA MELAWAN PUTUSAN PENGADILAN

[caption id="attachment_5940" align="aligncenter" width="300"] Dilingkari Korban Kesewenangan Yayasan Batin Cahaya Bangsa[/caption]

Transkhatulistiwa ,20/4/2018
Berawal dengan menandatangani Perjanjian Kontrak Kerja dengan Yayasan Batin Cahaya Bangsa dimana REZA dikenakan masa Percobaan selama 3 bulan (8 Mei 2017 s/d 8 Agustus 2017) dilanjutkandengan masa Kontrak1 tahun,yang berujung dengan ditahannya ijazah Sdr Reza oleh pihak yayasan ini tempat dimana akan bekerja.
Bahwa Surat Perjanjian kontrak Kerja No. YBCB/HRD/ COE/C067/04/2017 yang memuat hak dan kewajiban para pihak sdr Reza selaku pekerja dengan Yayasan Batin Cahaya Bangsa selaku pemberi kerja, juga mengatur tentang pemberian upah dan benefit lain yang berujung sengketa

Ketika ditanyakan awak media alasan dari Sdr Reza mengundurkan diri sebelum habis kontrak karena ada 2 hal yaitu karena sakit serta pekerjaan yang diberikan berbeda sebagaimana yang diperjanjikan didalam surat perjanjian kontrak kerja sehingga ia merasa tidak nyaman didalam bekerja, namun ternyata karena saya orang kecil pihak yayasan malah melakukan gugatan ke Pengadilan terhadap diri saya serta Ijazah saya yang ditahan tidak di kembalikan oleh pihak yayasan ujarnya.

Memang benar karena pengunduran diri sdr Reza inilah kemudian dengan tanpa adanya pembicaraan sebelumnya dengan yang bersangkutan ataupun perundingan perundingan Yayasan Batin Cahaya Bangsa selaku pemberi kerja menggugat sdr Ahmad Fahreza (Reza) ke PN Jakarta Timur, yang seharusnya apabila ada permasalahan perselisihan masalah ketenagakerjaan maka Undang-undang telah mengatur didalam hubungan kerja melalui Undang-undang 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta penyelesaian sengketanya melalui UU No 2 Tentang Perselisihan Hubungan Industrial,namun yang dilakukan yayasan ini aneh melalui Pengadilan Negeri artinya disamakan dengan tindakan pidana atau kriminal umum yang dirasa terlalu berlebihan dan sepertinya bermaksud untuk mengintimidasi dan mengambil keuntungan dari Sdr.Reza karyawan kontraknya tersebut.

Sdr Reza yang merasa tidak nyaman di gugat dipengadilan dengan nomor perkara 476/Pdt.G/2017/PN.Jaktim ,lalu meminta bantuan kuasa hukum untuk menyelesaikan permasalahan nya ini, dan ternyata benar pengadilan menolak permohonan gugatan dari pihak Yayasan Batin Cahaya Bangsa selaku penggugat, merasa tidak puas lalu pihak yayasan melakukan banding, karena pemilik Yayasanyang bernama yaitu Ibu Zita Anjani, MSc. adalah anak kandung dari salah satu Ketua di badan Legislatif MPR RI dari Fraksi PAN, sehingga merasa harus menang.

Dalam hal ini kuasa hukum tergugat sdr Reza telah memberitahukan kepada pihak Yayasan bahwa permasalahan ini adalah permasalahan Hubungan Industrial bukan pidana umum dimana seharusnya berpedoman pada Undang-undang No 2 Tahun 2004 tentang PPHI., maka didalam hal ini kuasa hukum dari Sdr Ahmad Fahreza akan melakukan somasi kepada pihak yayasan agar mengikuti peraturanUndang-undang yang berlaku di Negara kita bukan sewenang-wenang hanya karena pemilik yayasan ini adalah anak dari Pejabat Tinggi di Parlemen, hal ini menurutnya sangat memalukan sebagai Yayasan yang bergerak di Bidang Pendidikan ternyata tidak mengerti hukum ujar kuasa hukum sdr Reza. ( Trans 05)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment