Skip to content

Warga Marah, Rumah Pemotongan Hewan Diduga Timbulkan Bau Tak Sedap

Transkhatulistiwa 14.6.2019

Masyarakat dan tokoh di Rt 03 Rw 05 Kelurahan Tapos Kecamatan Tapos Depok, mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) hal tersebut di sampaikan Andi Tatang Supriyadi ,SH.

Pria yang berprofesi sebagai advokad ini mengatakan bahwa bau tak sedap yang di rasakan warga saat ini sudah sangat menganggu kenyamanan dalam kehidupan, bau tak sedap tersebut dapat di rasakan mulai pukul tiga sore sampai dengan pagi hari.

“Bau tak sedap terus di rasakan oleh warga sekitar bayangkan saja mulai pukul tiga sore sampai pukul 4 pagi kami rasakan bau tak sedap tersebut, apa lagi di musim kemarau dan musim penghujan baunya itu sangat luar biasa,” ungkapnya ,seharusnya pemerintah setempat harus mengambil sikap dengan keadaan hal tersebut yang sudah merugikan masyarakat ungkapnya” Jumat (14/06/2019).

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemerintah untuk segera mengambil tindakan agar bau ini tidak menyebar dan menimbulkan penyakit Isfa bagi masyarakat. Dan jangan sampai nanti masyarakat melakukan hal-hal yang bisa merugikan, apabila hal tersebut dibiarkan.

“Saya meminta kepada dinas terkait dapat turun tangan dan saya juga ingin mempertanyakan terkait izin amdalnya Rumah Pemotongan Hewan yang ada sekarang ini jangan sampai Amdal RPH tidak berjalan sesuai aturan,
dan asal main jadi saja tanpa memikirkan dampak lingkungan,” tegasnya.

“ Mungkin kalau cuma satu dua tahun tumpukan kotoran itu
mungkin belum terasa tetapi bila sudah bertahun-tahun ini baru terasa dampaknya, bagi masyarakat ” tegasnya

Bahkan dirinya juga mengingatkan jangan sampai bau tak sedap ini seperti TPA di Cipayung ,karena saat ini warga sudah mulai resah untuk itu pihaknya sekali lagi mengingatkan kepada walikota cq dinas terkait untuk melakukan investigasi terhadap bau busuk yang diduga di timbulkan dari rumah pemotongan hewan tersebut.

“Ini bukan main-main karena ini adalah dampak dari lingkungan yang sudah tercemar dan ini tidak sehat, satu lagi saya juga dapat selebaran dari kawan-kawan LSM mengajak warga untuk demo di RPH jumlahnya sekitar 250 orang jadi segera sikapi masalah ini,” tutur Andi Tatan Supriadi sambil menahan emosi.
(A. Mauludin)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment