Skip to content

Pendemo Grudug PT. Karaba Digdaya Kembalikan Setu Patingi Kerakyat

Pendemo Grudug PT. Karaba Digdaya Kembalikan Setu Patingi Kerakyat

Transkhatulistiwa

Bertempat didepan gerbang Esmeralda Golf Senin(4/3)warga dan beberapa Lembaga swadaya masayarakat (LSM)Kota Depok mendatangi dan mendemo(Gruduk) PT. Karaba Digdaya.

Wawan Gaul salah satu ketua LSM dalam orasinya membacakan didepan para petugas keamanan mengatakan, Situ Patinggi terletak Kelurahan Tapos,Kel Leuwinangung Kecamatan Tapos Kota Depok, merupakan Aset Pemerintah daerah yang saat ini sedang dikuasai oleh Korporasi / Swasta Diduga tanpa legalitas yang jelas,atau perlu di telusuri kebenaranya.

Dalam aturan perundangan jelas disebutkan bahwa Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PSDA) yang berada di bawah Kementerian PUPERA (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) sebagai pemangku kepentingan atas Setu dan Danau di Kawasan Sempadan Ciliwung Cisadane, dan Setu Patinggi termasuk di dalamnya.

Kondisi terkini, Setu Patinggi yang semestinya menjadi kawasan public(tempat wisata buat umum) saat ini hanya memiliki akses terbatas, yaitu melalui Gerbang Utama Lapangan Golf Emeralda.

Sementara Peraturan Pemerintah RI No. 121 tahun2015 tentang Penguasaan Sumber Daya Air(SDA)menyebutkan:

Pasal 2
(1) Pengusahaan Sumber Daya Air diselenggarakan dengan memperhatikan prinsip:
a. tidak mengganggu, mengesampingkan, dan meniadakan hak rakyat atas Air.
b. perlindungan negara terhadap hak rakyat atas Air.
c. kelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi manusia,
d. pengawasan dan pengendalian oleh negara atas air bersifat mutlak,
e. prioritas utama pengusahaan atas Air diberikan kepada badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah, dan
f. pemberian Izin Pengusahaan Sumber Daya Air dan Izin Pengusahaan Air Tanah kepada usaha swasta dapat dilakukan dengan syarat tertentu dan ketat setelah prinsip sebagaimana dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf e dipenuhi dan masih terdapat ketersediaan air.

(2) Pengusahaan Sumber Daya Air ditujukan untuk meningkatkan kemanfaatan Sumber Daya air bagi kesejahteraan rakyat

Pasal 7
(1) Zona pemanfaatan ruang pada Sumber Air untuk Pengusahaan sumber daya air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) diperhitungkan dengan mengutamakan zona pemanfaatan ruang pada sumber air untuk kelestarian sumber daya air serta kepentingan sosial, budaya, dan hak ulayat masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air.

(2) Dalam hal rencana Pengelolaan Sumber Daya Air belum ditetapkan, Pengusahaan umber daya air terkait pemanfaatan ruang pada sumber air dapat dilakukan sesuai dengan Izin Pengusahaan sumber daya air dan Izin Pengusahaan air tanah yang ditetapkan berdasarkan zona pemanfaatan ruang sementara.

Maka untuk itu kami dari Jaringan Kemandirian Nasional ( Jaman) Kota Depok, bersama warga Kelurahan Tapos dan kumpulan pemerhati Setu Seperti : FKH, FPPL, LSM GMASI dan LSM PENJARA kepada PT. Karaba Digdaya segera mengembalikan aset milik pemerintah kota depok yaitu Setu Patinggi.

Dan menuntut :

  1. Konvensi/pengembalian lahan untuk rakyat ( masyarakat sekitar / lingkungan ) agar bisa di kelola dan berguna untuk masyarakat sekitar.
  2. Badan pertanahan Kota Depok segera membentuk tim dalam penanganan lahan – lahan asset pemerintah / asset Pemerintah Daerah Kota Depok, yang status hak guna gangun(HGB) ataupun Hak Guna Pakai yang sudah mati.
  3. Masa berlakunya dan sudah tidak di perpanjang lagi agar segera di bekukan dan tidak ada tukar menukar lahan.
  4. Segera mengesahkan Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Situ patinggi dan situ patinggi menjadi tempat wisata lokal di wilayah kecamatan Tapos.
  5. Mengusut tuntas atas lahan – lahan PT. Karabha Digdaya yang tidak memiliki kejelasan dari pihak Badan pertanahan negara(BPN) ( ploting ) untuk di kembalikan ke warga sekitar dalam lingkup aset kota Depok, ucap Wawan gaul dalam orasinya.
    Sementara terlihat dilapangan Kapolsek Cimangis-Tapos dan angota, juga dari jajaran Koramil 06 Cimanggis,scurty pihak PT. Karaba Dugdaya dan masyarakat lainya. Sampai ahir orasi tidak ada satupun dari pihak perusahaan yang menemui para pendemo
  6. (Rudi. HrpA.Mauludin).
Please follow and like us:
0

Leave a Comment