Skip to content

OKNUM KEPALA SEKOLAH DAN GURU SDN DICIBINONG DIDUGA SELINGKUH

Transkhatulistiwa.com
Guru yang seharusnya menjadi tauladan bagi masyarakat, karena perannya guru yang mengajarkan pendidikan baik pendidkan umum maupun moral khususnya kepada anak didiknya. Namun bagaimana jika guru sudah tidak lagi memberikan contoh yang tidak baik ?… terlebih lagi melakukan perbuatan yang tidak patut dicontoh itu dilakukan di bulan suci ramadhan.
YD (inisial) oknum kepsek di Cibinong diduga lagi-lagi nekad membawa DN (inisial) oknum guru disalahsatu sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor kemudian masuk kedalam hotel kawasan Sentul, senin (19/6/17).
Menurut informasi yang dihimpun, YD dan DN yang sama-sama mengabdi sebagai guru di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini sudah kedua kalinya didapati keluar dari hotel yang sama. Anehnya baik YD dan DN seakan tidak jera atas perbuatan mereka, sementara diketahui antara YD dan DN sama-sama telah memiliki keluarga.
Dugaan perselingkuhan keduanya terkuak berdasarkan pengakuan dari RS yang kebetulan melintas dari hotel transit kawasan industri Sentul. Menurut RS yang merupakan seorang wartawan, dirinya curiga dengan penumpang yang ada didalam mobil berjenis Nisaan grand livina bernopol B77xx CH yang baru saja dilihatnya keluar dari hotel. Lantas supaya kecurigaanya mendapat kebenaran akhirnya RS pun memantau perjalanan kendaraan tersebut.
“Saya kebetulan melintas dari hotel transit dikawasan Sentul. Saya curiga dengan dua insan penumpang yang ada didalam mobil yang baru keluar hotel itu, agar kecurigaan saya benar adanya ya saya pantau perjalanan mereka”, terang RS kepada kabarfaktual.com, senin (19/6/17) malam.
RS menambahkan, setelah dirinya memantau perjalanan kendaraan dimaksud, maka masuklah mobil tersebut ke parkiran gedung kesenian Jalan Tegar Beriman, pemda Kabupaten Bogor. Tak lama kemudian turunlah seorang wanita dari mobil itu. Dan menurut RS bahwa wanita itu adalah oknum DN yang dulu pernah juga kepergok berduaan dihotel. Agar semakin memperoleh kebenaran, lalu RS dan rekanya memantau perjalanan keduanya. Karena menurut RS bahwa DN menitipkan mobilnya berjenis Honda Brio bernopol F 11xx NJ digedung kesenian itu.
“Setelah saya dan rekan memantau perjalanan kendaraan sepasang insan tersebut, merekapun masuk ke parkiran gedung kesenian pemda Kabupaten Bogor. Begitu kagetnya saya ketika wanita yang turun dari mobil itu adalah DN yang dulu juga pernah kepergok dari hotel itu berdua bersama laki-laki bukan suaminya”, tambahnya.
Masih kata RS, supaya dirinya mendapat titik akhir kebenaran dari kecurigaanya, dia dan rekannya pun memantau perjalanan pria misterius dan DN. Menurut RS setelah pria misterius dan DN keluar dari gedung kesenian mereka mampir ke Mcdonald kawasan pemda. Kemudian keduanya terlihat berbincang, dan disaat berbicang itulah baru RS berani menyatakan bahwa sang pria nya itu adalah YD sang oknum kepsek disalahsatu SDN di Cibinong yang dulu juga kepergok bersama DN dihotel. Lagi kata RS, Setelah keduanya keluar Mcdonald, mereka terus berkonvoi seperti tak mau pisah. Hingga akhirnya kendaraan keduanya pun berpisah tak jauh dari kediaman DN disekitaran pemda. Kemudian YD pun pulang kerumahnya dikawasan Ciriung, Cibinong.
“Setelah keduanya memasuki rumah makan cepat saji yaitu mcdonald dikawasan pemda, keduanya pun turun dari kendaraan dan berbincang. Disaat itulah baru saya mendapatkan kebenaran kalau sang pria nya itu jugalah yang dulu bersama DN kepergok dihotel yang sama” ungkap RS.
Ketika hal ini hendak dikonfirmasikan kepada YD melalui sambungan telepon selulernya, namun tidak aktif. Berbeda dengan DN ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya membantah telah berada dihotel bersama dengan YD. Menurut pengakuan DN kalau dirinya hanya mampir ke mcdonald untuk membeli makan berbuka puasa. “Itu gak benar, saya tidak bersama dengan YD dihotel, saya keluar rumah hanya membeli makan berbuka puasa ke mcdonald”, kilah DN.
Menyikapi hal ini, H.Sulistianto yang merupakan tokoh agama dan juga ketua Padepokan Perguruan Merpati Putih Kabupaten Bogor sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan YD dan DN dibulan ramadhan. Menurutnya YD dan DN harus diberikan tindakan yang setegas-tegasnya oleh dinas pendidikan maupun bupati Bogor. “Saya sangat kecewa atas ulah YD dan DN. Mereka tidak ada jera nya melakukan kesalahan yang sama apalagi ini dibulan ramadhan. Saya minta agar dinas pendidikan segera memberikan tindakam setegas-tegasnya kepada YD dan DN, bila perlu bupati Bogor yang langsung turun tangan”, pintanya.
Masih kata H.Sulis sapaan akrabnya, dirinya berharap karena baik YD dan DN sudah kedua kalinya kepergok berada dihotel. Dimana YD dan DN sama-sama sudah memiliki suami juga istri, maka, kata H.Sulis, keduanya sudah sebaiknya dipecat saja supaya ada efek jera bagi oknum guru lainya. “Ini kan keduanya sudah kedua kalinya kepergok ada dihotel. Lalu keduanya juga kan sama-sama sudah memiliki istri dan suami, yah pantasnya dipecat sajalah mereka dari PNS supaya ada efek jera bagi oknum guru lainya”, tegas H.Sulis dalam wawancaranya kepada wartawan, Selasa (20/6/17) pagi. (JSM)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment