Skip to content

Masyarakat Kec Tapos Menolak Pembagunan PT. Karaba Digdaya Kalau Tidak Bermanfaat

Masyarakat Kec Tapos Menolak Pembagunan PT. Karaba Digdaya Kalau Tidak Bermanfaat

Transkhatulistiwa

Bertempat diaula kantor kecamatan Tapos Rabu(15/5)malam,Forum Masyarakat Peduli Lingkungan(FMPL)Kec Tapos mengelar acara pertemuan.
Kegiatan yang diprakarsaiin oleh FMPL ini dihadiri oleh ketua komisi A DPRD Kota Depok H. Nurhasim S.Ip, Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Depok H. Hamzah SE,ketua FMPL, Eka Ridwansyah, sekertaris H. Abd.Rohim, tujuh ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat(LPM),para tokoh pemuda,tokoh masyarakat 7 Kelurahan (Tapos,Leuwinangung,Cimpaeun,Sukatani,Jatijajar,Sukamaju Baru,Sukatani).

Dalam sambutanya ketua FMPL Eka Ridwansyah mengatakan ” kehadiran kami sifatnya hanya menjembatani perkembangan yang ada di masyarakat,kami mendukung kegiatan yang di lakukan PT. Karaba Digdaya tapi warga kami ya diajak musyawarah, ” ucap Eka didampingi sekertarisnya H. Abd. Rohim.
Sementara H. Nurhasim S. Ip, dalam arahanya mengatakan, kalau kami menyikapi tentang hal ini, ketika ada perusahaan mau berinfesrasi di Kec sangat kami dukung, asal aturan yang berlaku ya mohon ditempuh.

” Kami tidak menghalangi kegiatan pengembang tapi harus melibatkan masyarakat sekitar,ada kegiatan yang menyangkut hajat orang banyak, karena kegiatan ini pasti ada dampak fositip, dan negatipnya serta harus ada musyawarah, ” tegas politikus Partai Golkar ini.

Sementara ketua BKD DPRD Kota Depok H. Hamzah SE, mengatakan, saya sangat senang malam ini, Karena masyarakat Kec Tapos begitu perduli terhadap lingkunganya.

” Ijin pemanfaatan ruang, ketika Perda No 1 tahun 2015 tentang tanah yang dikuasai seluas kurang lebih 500H, menjadi ruang terbuka hijau dapat digugat oleh PT. Karaba ke MA dan dimenangkan oleh pengugat dan setahu saya mereka memakai ijin Perda RT RW Propinsi Jawa Barat, ” Jelas Hamzah.

Lebih lanjut rencananya memang Kec Tapos akan dikembamgkan menjadi Margonda tiga di Timur Kota Depok.
” Saya berharap jangan sampai dalam hal ini warga jadi penonton,tapi harus ikut serta dalam pengembangan wilayah dan Komisi A.DPRD siap mengawal hal ini sampai aspirasi warga terpenuhi, ” ucap Politisi Partai Geridra ini.

Sementara masih ditempat yang sama Pardi Dongkal yang merupakan warga Kel Sukatani mengatakan ” Kami pada prinsipnya menolak kegiatan yang dilakukan PT. Karaba Digdaya saat ini,kalau tidak bermamfaat buat apa kita dukung, ” tegas ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang Pertanian kota Depok.

Masih di forum yang sama Tatang Supriadi SE. SH tokoh muda Kec Tapos saat diberi kesempatan bicara mengatakan, saya sangat setuju, memang kegiatan tersebut harus ditolak.
” sebelum ada kejelasan dari pihak pengembang tentang hak dan kewajipan ke masyarakat memang sebaiknya ditolak, dan apa bilah saat ini ada unsur ketua lingkungan yang sudah menanda tangani yang jelas-jelas SK sudah habis itu cacat demi hukum, ” tegas Advokat Tatang Supriadi dan Rekan ini.

Dan ahirnya para peserta rapat menyetujui untuk menolak kegiatan yang dilakukan PT.Karaba Digdaya sebelum semua perijinan dilakukan secara tranparan dan benar. Dan menekan agar FMPL membuat surat hasil keseakatan kepada Walikota,untuk menjadi bahan pertimbangan.

PT. Karaba Digdaya telah membuat permohonan Ademdum amdal RKL,RPL melalui dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Depok.

(Rudi. Harahap.A.Mauludin)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment