Skip to content

HERMANSYAH DI BACOK, SAYA MENDOAKAN YANGVMEMBACOK

*HERMASYAH DIBACOK, SAYA MENDO’AKAN YANG BACOK…*

_#Sebuah Pandangan Sederhana#_✍ Oleh: Maaher At-Thuwailibi.B

Bang Hermansyah, begitu saya memanggilnya. beliau salah satu putra bangsa, cinta tanah air dan pembela agama. Alumnus Institute Technologi Bandung (ITB). Kemarin, keadaannya kritis dengan luka bacokan di seluruh tubuh. beritanya tersebar di seluruh penjuru dunia, diantaranya MALAYSIA, BRUNEI DARUSSALAM, PATANI (THAILAND), & SAUDI ARABIA.., masyarakat dunia menyoroti kejadian ini, berbagai jejaring sosial skala internasional pun sampai viral dengan berita ini. temanya: PERISTIWA PEMBUNUHAN TERHADAP SAKSI AHLI HABIB RIZIEQ SHIHAB SANG PAHLAWAN 212.

…kemarin, beliau (bang Hermansyah) sempat sekarat/kritis, namun sudah selesai di operasi -walhamdulillah-. Mau nyumbang dana, saya pun orang susah. maka saya akan sumbang wacana. Semoga berfaedah..

*1=>* ITU bukan pengeroyokan, tapi percobaan pembunuhan terencana. TERORIS laten yang perlu di waspadai di pemerintahan rezim Jokowi yang serba “misteri”. Catat ini.! Jangan mau di bodohi oleh permainan kata-kata berita & media. Ustad Maaher tahu dari mana? Ya tentu saya tahu bukan karena adanya malaikat jibril yang mewahyukan, tapi saya tahu dari pendekatan kronologis dan fakta di lapangan yang saya amati. jangan pernah sebut itu pengeroyokan. JANGAN bodohi publik dengan lelucon dan drama konyol yang hampir kadaluarsa. masyarakat tidak sebodoh anda wahai boneka-boneka kayu.! Sekali lagi, itu PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERENCANA. titik.

*2=>* Pembunuhan terencana bagaimana ?

BEGINI, bang Hermansyah adalah saksi ahli untuk membela Habib Rizieq Shihab di meja hukum atas kasus CHAT BERBAU MESUM hasil ciptaan anasir-anasir PKI yang sedang gigit jari karena keberhasilan Habib Rizieq menyatukan jutaan masyarakat muslim Indonesia dalam sejumlah AKSI BELA ISLAM tuntut keadilan atas si AHOK (china kafir penista agama). Puncaknya, DKI Jakarta berhasil di pimpin oleh Gubernur Muslim yang pribumi, bukan asing aseng dan asong. Upaya china-china kafir yang tergabung dalam 9 CACING RABIES untuk menguasai DKI (bahkan seluruh indonesia ini) bisa di bilang nyaris gagal. Walhasil, mereka rugi besar-besaran. saking ruginya, balik modal saja tidak. kasihan.. Demikianlah nasib para taipan. Mental-mental rakus para maffia antek penjajah yang hendak merebut kedaulatan bangsa kita. Nah, karena mereka rugi besar (DKI tidak mereka kuasai, sang Pion malah di jebloskan ke dalam bui) maka mereka hendak balas dendam. Balas dendam bagaimana? Balas dendam begini=> kalau Ahok di penjara maka Habib Rizieq pun harus dipenjara; biar impas. Lalu caranya? mau memfitnah Habib Rizieq dengan tuduhan korupsi, tidak bisa. Sebab Habib Rizieq bukan seorang politisi, ia tidak memiliki partai, ia bukan pejabat pemerintahan. dll. Maka cara mereka adalah fitnah lewat tuduhan mesum, dsb. Dibuatlah chat mesum itu. tujuannya, agar Habib Rizieq di jerat hukum. setifaknya, menjatuhkan kredibilitas dan nama baik Habib Rizieq Shihab di mata masyarakat. tentu semua itu sudah di setting dengan konspirasi tingkat tinggi. uniknya, masyarakat tidak lagi BODOH dan mudah di kelabui oleh para sutradara konyol dan boneka-boneka kayu.

*3=>* Lalu……..muncullah sosok bang Hermansyah, seorang muslim pakar IT dari ITB yang meragukan kerja aparat tentang kasus chat mesum Habib Razieq. puncaknya, beliau angkat bicara di hadapan public dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One beberapa waktu lalu sehingga sikap kritisnya berhasil mengubah pandangan mata di seantero dunia. Maka, ia adalah KATA KUNCI atas semua konspirasi busuk ini. semua fakta akan terungkap lewat dirinya -in sya’ Allah-. Oleh sebab itu, MEREKA berupaya menghabisi bang Hermansyah=> beliau DI BACOK & HENDAK DI MUTILASI SECARA SADIS OLEH SEJUMLAH AKTOR TAK DI KENAL yang diduga kuat telah dibayar mahal oleh sang sutradara. modusnya, di keroyok karena serempet mobil. lelucon kelas teri.👎

*4=>* Situs – situs yang memelintir berita, memanipulasi fakta. membuat berita bohong meng-atasnamakan tokoh GNPF MUI, Bachtiar Nasir, dll. menipu masyarakat dengan berita DUSTA yang memalukan. artinya,adalah adanya situs -situs yang tidak layak di konsumsi public. boikot ! Bila perlu, blokir !

*5=>* Saya mendo’akan yang membacok bang Hermansyah. namun sebelumnya saya ingin sampaikan, jangan berharap pada kaum TALAFI. Karena para ‘preman berjubah’ itu tidak akan pernah pro terhadap perjuangan islam sampai tegaknya hari kiamat. mereka memang di cipta sebagai DURI dalam daging atau musuh dalam selimut. mereka tidak akan pernah bersama kaum muslimin, mereka akan selalu dan selalu berada pada barisan thoghut yang membinasakan. Hanya saja, kesingnya indah. Doktrin surga dan klaim Qur’an-Sunnah.

*5=>* Saya mendoakan mereka yang membacok bang Hermansyah. tidak perlu hanya sekedar cuap-cuap di sosial media namun tak sekalipun kita mengangkat tangan & berdo’a untuk mereka para aktor bayaran yang membacok bang Hermansyah. Padahal, kekuatan DO’A lebih dahsyat daripada segalanya. Bahkan doa adalah senjata orang-orang beriman. Doa yang dipanjatkan oleh orang sholih dengan tulus dan ikhlas akan menembus dinding-dinding langit sehingga sampai ke hadirat-Nya.

mendoakan bagaimana?

Saya berdoa kepada Allah semoga aktor pembunuh bang Hermansyah ini segera Allah celakakan, Allah binasakan, Allah turunkan azab dan kecelakaan atas mereka, Allah timpakan petaka pada mereka di dunia dan di akhirat. Sungguh, azab dan balasan-Nya sangatlah pedih…

Mengapa di doakan agar celaka? Bukan di doakan kebaikan dan hidayah?

Ya, saya tetap doakan hidayah. Tapi beri celaka dulu. Setelah celaka, kena musibah, disambar petir, atau di un sekarat, atau kesetrum listrik lalu terbakar, setelah itu baru semoga mereka dapat hidayah dan taubat sebelum MATI.

Kezoliman harus dibayar setimpal. Islam menjunjung tinggi syariat QISHOSH. membunuh seorang muslim (apalagi direncanakan) adalah kezoliman dan kekufuran terbesar. balasannya adalah neraka JAHANNAM yang menyala-nyala.

Semoga Allah kabulkan doa hamba yang faqir ini… *Maaher At-Thuwailibi.*

Allahumma sallim yaa robb…
Aamiin yaa rabbal ‘Aalamiin…

Please follow and like us:
0

Leave a Comment