Skip to content

Fatayat NU Kab Bandung Selenggarakan LKD Untuk Menciptakan Kader Militan

Fatayat NU Kab Bandung Selenggarakan LKD Untuk Menciptakan Kader Militan

 

 

 

 

 

 

 

Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung menyelenggarakan Latihan Kader Dasar (LKD) kedua di Madrasah Al Mubarokah, Kampung Rancaselang, Desa Rancakole, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (14/1/2018). LKD ini diikuti oleh empat Pengurus Anak Cabang Fatayat NU, yakni Kecamatan Arjasari, Kertasari, Pacet dan Ciparay.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Fatayat NU juga melaksanakan pelantikan PAC Fatayat NU Kecamatan Arjasari periode 2017-2022.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Hj. Yayu Juariah, Spd.I mengatakan, LKD ke-2 dengan tema “Pengkaderan Sebagai Pilar Kokohnya Sebuah Organisasi” ini merupakan program internal untuk menciptakan kader militan. “Tapi visioner, memahami ajaran, nilai-nilai cara pikir dan karakter NU, Aswaja dan Fatayat,” kata Yayu kepada wartawan, Minggu malam.
Ia mengatakan, kebanyakan para kader tersebut merupakan ibu-ibu muda yang sebelumnya tidak aktif di IPPNU atau PMII atau organisasi lain yang seideologi. “Jadi butuh penekanan lebih terhadap komitmen dan loyalitas mereka. Ini juga yang perlu ditekankan dalam LKD ini,” jelasnya.
Materi pada agenda pengkaderan yang diresmikan oleh PC NU Kabupaten Bandung K.H. Asep Jamaludin, M.Ag.,
tersebut diisi oleh Ketua PCNU Kabupaten Bandung, Sekretaris Fraksi PKB DPR RI, K.H. Cucun Achmad Syamsurijal, Pimbina sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Fatimah SH,Mkn, dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung. Masing masing dengan materi kepemimpinan, ahlussunnah wal jama’ah, manajemen organisasi, politik, dan gender 30 persen.
Lebih lanjut Yayu berharap agar usai pelatihan ini Fatayat NU bisa semakin aktif, tidak hanya aktif di pimpinan cabang dan anak cabang saja, namun juga di tingkatan pimpinan ranting di desa.
“Semoga para alumni dari kegiatan ini menjadi pionir di pengkaderan masing-masing anak cabangnya, sehingga ranting pun semakin diaktifkan,” harapnya.
Dalam acara tersebut K.H Cucun Ahmad Syamsurijal yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong kader Fatayat untuk melakukan gerakan sosial untuk membantu masyarakat.
“Saya berharap Fatayat menjadi garda terdepan badan otonom di Kabupaten Bandung. Kami berharap menjadi fild project untuk nasional,” ujarnya saat memberikan materi.
Cucun menegaskan banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya menjadi mediator untuk masyarakat.
“Fatayat mesti menjadi saluran informasi untuk
Ema-ema zaman now. Maka LKD ini harus mempunyai rencana tindak lanjut,” ucapnya.
Cucun menerangkan bahwa Fatayat mesti memiliki peran di tengah masyarakat. Padahal, lanjut Cucun, pada zaman dulu pola komunikasi dan arus informasi itu bisa dimanajemen.
“Fatayat harus bermanfaat untuk ummat. Misalnya Fatayat bisa mengurus warga yang sakit,” harapnya.
Cucun menyatakan, bahwa Fatayat bisa menjadi agent sosialisasi hidup sehat. Ia mencontohkan dalam Komisi IV DPR RI untuk membentuk rumah tangga organik.
“Fatayat buatlah kelompok wanita tani. Daftar ke desa sekaligus untuk legalisasi,” pungkasnya.(Red)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment