Skip to content

11 ASN Kota Depok Terancam Kena Sangsi

11 ASN Kota Depok Terancam Kena Sangsi

Transkhatulistiwa 11.06.2109

Menurut data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Depok, dari jumlah total keseluruhan aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Depok berjumlah 6.757 orang.

Berdasarkan hasil sidak dan pendataan secara keseluruhan, dari 6.757 pegawai, BKPSDM didapati 47 ASN di antaranya absen dengan kasus yang berbeda-beda.

Secara porsentase, dari jumlah ASN yang masuk dihari pertama setelah libur panjang ada 99,3 persen, sekaligus mengoreksi pernyataan dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang sebelumnya menyebut tingkat prosentasi ASN mencapai 99,99 persen.

“ASN yang tidak hadir sebanyak 47 orang, termasuk diantaranya 23 orang sakit serta 11 orang tanpa keterangan. Sisanya izin,” ujar Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri, Senin (10/6/2019).

Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah memerintahkan BKPSDM untuk melakukan sidak hingga ke 11 kantor kecamatan dan 63 kantor kelurahan se-Kota Depok.

Hasil pendataan tersebut selanjutnya wajib dilaporkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Kita harus ada sidak, kita juga harus menginput ke MenPAN-RB terkait jumlah yang hadir hari ini, semuanya,” ucap Supian.

Menurut Supian, bagi 11 ASN yang absen tanpa keterangan akan mendapat beragam sanksi, diantaranya pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Pegawai yang mangkir dari tugas juga terancam sulit naik pangkat atau jabatan karena telah masuk buku catatan hitam Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Depok.

“Yang alpa juga akan dipotong tunjangan TPP-nya satu hari, kemudian nanti itu jadi bahan pertimbangan Baperjakat kalau memang tanpa keterangan, kemalasan, atau memang bolos, itu akan jadi catatan buat kita. ” ungkap Supian (Red)

Please follow and like us:
0

Leave a Comment